Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sekadar Rasa

[Cerpen] Mengapa Kemalangan Menghujani Nasibmu?

  Mengapa Kemalangan Menghujani Nasibmu? Oleh: Adhelia Putri Chandra P. *** Aroma kotoran begitu menyengat ke dalam indra penciuman saat jendela kos tiga petak yang kutempati sejak dua bulan lalu terbuka. Ia beradu dengan aroma selokan dan sampah yang menggunung di depan sana. Sayup-sayup terdengar suara tetangga sebelah yang tengah asik membangunkan anaknya sembari sedikit mengomel. Ditambah dengan racauan ibu-ibu berusia enam puluh tahunan yang terus mengeluhkan kakinya.  “Ah pagi yang kacau,” pikirku.  Aku yang biasa tinggal di perumahan asri, bersih, dan penuh ketenangan, tentu merasa tak nyaman berada di tempat ini. Jika bukan karena tempat ini adalah tempat terdekat yang masih punya slot kosong, mungkin aku juga tak akan singgah di sini untuk sementara. Bagaimana tidak? Setiap pagi, aku harus menghirup aroma kotoran kucing dan kotoran ayam yang berserakan di deretan kos. Ditambah dengan sampah yang menggunung dan banyak dihinggapi lalat. Masyarakat di sini juga memi...

Hanya Aksara: Ketika Rasa Bersua

Ketika Rasa Bersua Oleh: Adhelia Putri Chandra P.       Beberapa kali kerap kita bicara mengenai rasa yang entah sejak kapan memenuhi rongga dada. Beberapa kali pula kerap kau berbincang mengenai apa-apa yang seharusnya kupanjatkan dalam doa. Dan, beberapa kali itulah harapan-harapan untuk bersamamu tumbuh. Bahkan, pada tengah malam, saat di mana mata-mata mereka terpejam, aku masih saja terjaga sembari sesekali berdiskusi dengan Tuhanku ─ membicarakanmu. Padahal, sebelumnya kau sudah berkata, “Tidak ada rasa apa pun yang kusimpan untukmu.” “Ah, semesta memang pelik!” Begitulah ucapku setiap kali aku mengingat namamu, membayang senyummu, pun merindumu. Seperti malam ini. Sepi yang menyapa kembali membawaku pada angan-angan mengenaimu. Sesekali aku mengingat bagaimana dekatnya kita beberapa tempo lalu. Eh, tunggu. Kita yang dekat atau hanya aku yang menganggap kita dekat? Ah, entahlah. Aku tak mengerti. Namun, yang jelas aku ingat, malam itu kau berkata, “Berdoa saja...