[Cerpen] Mengapa Kemalangan Menghujani Nasibmu?
Mengapa Kemalangan Menghujani Nasibmu? Oleh: Adhelia Putri Chandra P. *** Aroma kotoran begitu menyengat ke dalam indra penciuman saat jendela kos tiga petak yang kutempati sejak dua bulan lalu terbuka. Ia beradu dengan aroma selokan dan sampah yang menggunung di depan sana. Sayup-sayup terdengar suara tetangga sebelah yang tengah asik membangunkan anaknya sembari sedikit mengomel. Ditambah dengan racauan ibu-ibu berusia enam puluh tahunan yang terus mengeluhkan kakinya. “Ah pagi yang kacau,” pikirku. Aku yang biasa tinggal di perumahan asri, bersih, dan penuh ketenangan, tentu merasa tak nyaman berada di tempat ini. Jika bukan karena tempat ini adalah tempat terdekat yang masih punya slot kosong, mungkin aku juga tak akan singgah di sini untuk sementara. Bagaimana tidak? Setiap pagi, aku harus menghirup aroma kotoran kucing dan kotoran ayam yang berserakan di deretan kos. Ditambah dengan sampah yang menggunung dan banyak dihinggapi lalat. Masyarakat di sini juga memi...